sumber : icoasl2017.uin-suka.ac.id
Pada tanggal 10-12 Mei 2017 yogyakarta kemarin digelar ajang internasional yaitu ICoASL (International  Conference of Asian Special Libaries) 2017. Acara ini digelar di Conventon Hall UIN Sunan Kalijaga dengan mengangkat tema Perserving the cultural heritage through libraries in the digital age (melestarikan kebudayaan melalui perpustakaan di era digital) . Dengan didukung oleh perpustakaan uin suka, badan perpustakaan dan arsip daerah (BPAD) DIY serta perpustakaan nasional replubik Indonesia, duke institute, jerman, forum perpustakaan khusus Indonesia dan ada pula pameran yang sesuai dengan tema acara ini.
Keberadaan pameran ini menarik pengunjung karena disana ditampilkan berbagai stand-stand permainan anak tradisional asal Indonesia, antara lain seperti rangku alu, dham-dhaman, engklek, dan lain sebagainya. Stand – stand pada acara ini berjumlah delapan yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri dan menampilkan permainan – permainan tradisional yang membuat kita kembali ke masa lalu.

Gambaran umum stand - stand. dok pribadi

Gambaran umum stand - stand. dok pribadi


1.      Stand HMJ “Aksara Jawa” menghadirkan pameran aksara jawa dan naskah – naskah kuno
2.      Stand “Omah Dolanan” mengangkat permainan Rangku Alu (dari NTT), Layang – layang (dari Pulai Muna, Sulawesi Tenggara – penemuan pertama di Indonesia), dan Balap Karung (dari Betawi)
3.      Stand “Basarnas” mengangkat permainan Teromper Janur (dari Banyumas), Jailangkung (dari Jawa), dan Egrang Batok (dari Sunda)
4.      Stand  “Krambil Kelapa” mengangkat permainan Mobil – mobil, Bekel, Lurah – lurahan
5.      Stand “Dunia Garis” mengangkat permainan Dhul – Dhulan (dari Yogyakarta), Engklek (dari Jawa), dan Dham – dhaman (dari Sunda)
6.      Stand “Fantastic 10” mengangkat permainan Adu Bunga Bayam (dari Jawa), Biji Karet (dari Sumatra), dan Gatengan (dari Jawa)
7.      Stand “Macan Tutul” mengankat permainan Teklek (dari Sumatera Barat), Yoyo dan Ketapel (dari Yunani)
8.      Stand “Punakawan” mengangkat permainan Cublak – Cublak Suweng (dari Jawa), Gasing (Dari Melayu), dan Dakon (dari Jawa)

Itu dia dari beberapa stand – stand pada salah satu acara di pameran kebudayaan ICoASL 2017 ini. Walaupun kami hanya ada pada hari pertama namun itu sudah sangat membanggakan bagi kami, karena kami telah melestarikan dan mengenalkan pada dunia bahwa inilah budaya kami melalui permainan tradisional Indonesia yang unik – unik. Warisan budaya memang harus kita jaga dan kita lestarikan, apalagi kita sebagai kaum muda yang hidup dizaman globalisasi ini merupakan tanggung jawab besar bagi kita. Karena kalau bukan kita siapa lagi ?

Sekian, terimakasih.

Salam Astika R. Pradibta
Kelompok 8 Stand "Omah Dolanan"

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers

 
Astika Rahmadhani Pradibta © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top