#GalauIntelektual
Sebelumnya, FYI aja (For Your Information) atau bahasa Indonesia-nya tuh untuk kalian ketahui aja, ini bukan Puisi, Cerpen, apalagi Monolog, soalnnya mungkin entar bakal ada kalimat-kalimat ngga lucu atau jayus. Terus juga, mungkin isinya bukan tentang impian atau pengalaman yg menyentuh, tapi ya apa aja deh, mungkin sekedar ungkapan hati yang tertunda dan semoga tidak merusak susasana hati kalian.

Cuap-cuap hari ini berjudul #galauintelektual, karena kita udah mahasiswa yang katanya agent of change yang dalam beraspirasi kita didengar lewat tindakan dan omongan kita. Nah omongan kita itu juga ngga bisa sembarangan, harus ada sisi intelektualnya. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa yang macem-macem galaunya, kaya galau karena tugas dating bertubi-tubi tanpa ada permisi, galau karena cemburu, atau galau karna takut liat isi dompet dalemnya patimura bawa golok semua(aduh aku bangett) nah itu kita harus bergalauisasi dengan ke-intelektualitas-an kita. 

Pertama, galau itu apa? Makanan apa? Ternyata galau itu setelah diamati, diresapi, dan diteliti di IPB dan ITB #abaikan. Artinya betuk perasaan yang kurang nyaman, sedih, gundah gulana, gelisah, menyesal, bingung, dll. (Klo ngga percaya cek di kamus aja ya). Dan galau itu tidak pandang bulu gtu ya melanda dari yang muda sampe yang tua jg bisa galau. 

By the way, aku suka banget gitu liat orang-orang galau di timeline, entah di BBM, Twitter, Facebook dll.  Biasanya yang suka update itu jomblo ya apalagi malam minggu. 



Dan bahkan sampai ada kasus yang paling baru ini kasusnya mahasiswa Trisakti yang bunuh diri gara-gara cemburu liat mantan udah sama yang lain(Klik Beritanya), wah jangan sampai ya kalian kayak gitu. Banyak banget kegalauan yang ngga jelas yang itu malah menghancurkan masa depan kita, bahkan sampai bunuh diri pula. Terkadang galau yang berlebihan ngga baik, apalagi sampe menyendiri terus dijauhi temen-temen itu tambah mendramatisir kegalauan tuh. Yah kita sebagai mahasiswa terutama mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA ya yang kata Pak Tafri (Dosen Ilmu Komunikasi di kampusku) kita itu punya dua kewajiban Dunia sama Akhirat.

Yahh.. sebenernya galau itu hak mereka sih, tapi ya tau sikon dan tempat lah ya, kayak judulnya nih jadilah #galauintelektual galaunya mahasiswa.

Jadi disini aku mau kasih tips&trick biar galau kita berintelektual dan berkualitas : 
1. Pahami dan Berdoa.
Mungkin harapan yang diinginkan memang terkadang pahit dan tidak sesuai dengan kenyataan. Maka dari itu, pahami dulu siapa tau dengan kita memahami kita udah ½ jalan mengatasi kegalauan kita terus berdoa dan beribadahlah kayak ngaji, sholat malam, curhat ke Allah pokoknya mendekatkan diri ke Allah SWT. Atau jg bisa curhat ke teman kadang kita memang butuh untuk didengarkan.

2. Tulislah!

Beneran aja kita itu kalo lagi galau, ngga bisa dipendam gitu aja takutnya lama-lama mereka bisa terjatuh dan tak bisa bangkit lg dan menjadi butiran debu. Halah. Yak, minimal tulislah di status jg nggapapa tapi yang bermutu dan berkualitas atau paling enak ya nulis di kertas atau di blog, ngga pnya blog? Ya buat!! Sukur-sukur klo kita pnya blog bisa cari penghasilan dari nulis di blog.

3. Sibuk lah, jangan sok sibuk.

Ikut organisasi yang sesuai visi & misi mu di kampus yang sekiranya bisa menyalurkan hobi atau bakatmu. Pecaya deh kalo km udah sibuk baik itu dari event organisasi atau tugas kampus masalah apapun yg bkin mewek bakal tersingkir diganti masalah kampus haha tapi yg ini beda masalah kampus ini bisa bkin keintelektualan, kualitas dan mutu mu bertambah!

4. The last is Motivasi diri dan Tawakal.

Ngga baik lama-lama galau, mendramatisir kekecewaan, menyendiri dipojokan dan sekitarnya. Mending habis galau kita ubah mindset kita, susun rencana baru target baru yang lalu biarlah berlalu serahkanlah semua pada Allah dan bangkit! Tahukan kalian motivator terhebat itu adalah diri sendiri.

Itulah diantaranya tips&trick dari aku.
Terakhir jadilah orang yang galau intelektual, bagus lagi klo kalian galau tapi masih bisa jawab soal TOEFL ya.

Sekian, maaf jika ada kata-kata yang menyinggung silahkan kritik dan sarannya dibelakang. Terimakasih =))









0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Followers

 
Astika Rahmadhani Pradibta © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top