Perpustakaan UIN SUKA Adakan Acara "Kampus UIN SUKA Berpuisi" Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang bekerjasama dengan Forum Mari Membaca Puisi Indonesia (MMPI) adakan acara a yang luar biasa dengan tema “Kampus UIN SUKA Berpuisi” dalam rangka launching buku “Ombak Negeri Legenda” karya Aly D Musyarifa. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 07 Maret 2017 di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga seluruh rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WIB. Menurut Ibu Labibah Zain selaku koordinator acara ini menyatakan bahwa acara ini diselenggaran agar masyarakat lebih mencintai sastra utamanya puisi lewat penampilan para akademisi, politisi, dan seniman. Puisi ternyata bisa disampaikan dalam susasana yang santai. Dan itu dilaksanakan di perpustakaan yang sering dianggap orang sebagai tempat yang membosankan. Acara ini dibuka dengan music performence dari divisi Musik Teater Eska yang menampilkan musikalisasi puisi yang berjudul Song For Enesa, Burung Di Tiang Duka, dan Tak Ada Tempat Terbaik. Adapun para pembaca puisi yang terlibat yaitu Prof. Dr. Babun Suharto (Rektor IAIN Jember) membawakan puisi “Aku Tak Pernah Tua”, Prof. Dr. Syihabuddin Qolyubi (Akademisi) membawakan puisi “Tak Ada Tempat Terbaik”, Hj. Sitoresmi Prabuningkrat (Aktris) “Rumahku”, Dr. KH Malik Madany (Kyai dan Akademisi) “Lelaki Ziarah”, Drs. Imam Ma’ruf (Anggota DPRD Jatim) “Ombak Kekasih yang Ke-5”, Dra. Ida Nur’aini Hadna, M.Pd (Pustakawan) “Sepeda”, Dr. Abdur Rozaki (Peneliti IRE), Dr. Fathorrahman Ghufron (Akademisi dan Komonis) “Bunga yang Dulu Ku Petik”, Nana Ernawati (Sastrawan) “Ku Ingin Dalam Sajakmu”, Dr. Fadli Yani A (Akademisi) “Qobladdumu’a (Sebelum Air Mata)”, Widyastuti Kartini, S.Sos. (Pustakawan) “Ku Tampung Cahaya Pagi”. Selain akademisi senior hadir juga seorang anak kelas lima SD yang ikut berpartisipasi membaca puisi yaitu Zakky Akhfash Ramadhani (SD Al Baitul Amin Jember) dengan judul puisi “Kalender”, ia telah menjuarai berbagai macam perlombaan membaca puisi tidak heran jika penonton terkagum dengan penampilan Zakky. Prof. Dr. Taufiq A Dardiri seorang akademisi menuturkan komentarnya atas karya Aly D Musyarifa yaitu “Penyair itu ibarat rembulan. Aly merefleksikan panasnya kehidupan ini secara tidak langsung. Seperti rembulan, Aly seakan menghisap panasnya kehidupan yang menyesakkan dada itu terlebih dahulu kemudian dipantulkan ke dalam kehidupan ini sudah dalam wujudnya yang redup tenang dan menyejukkan dalam pilihan kata yang imajinatif”. Acara ini ditutup dengan penampilan dari Aly D Musyarifa menampilkan seluruh karya dari bukunya “Ombak Negeri Legenda” dengan berkolaborasi dengan pemusik Merlisto. "Dengan acara ini diharapkan masyarakat akan tahu bahwa membaca puisi bisa membuat bahafia dan perpustakaan bisa menjadi tempat untuk menemukan kebahagiaan masyarakat dari berbagai latar belakang dengan cara mendengarkan puisi yang dibawakan oleh para idola mereka dan dengan suasana yang santai pula", tutur Labibah Zain. Perpustakaan UIN SUKA Adakan Acara "Kampus UIN SUKA Berpuisi" Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang bekerjasama dengan Forum Mari Membaca Puisi Indonesia (MMPI) adakan acara a yang luar biasa deng... Read more » 6:58 PM